RINGKASAN RENCANA PENGELOLAAN HCVF IUPHHK-HA PT. DWIMAJAYA UTAMA KALIMANTAN TENGAH

PT. DWIMAJAYA UTAMA sebagai salah satu pemegang  hak atas pengelolaan hutan alam bekerja sama dengan TNC dan TFT telah melakukan kegiatan identifikasi dan penilaian High Conservation Value terhadap kawasan hutan alam produksi seluas 127.300 ha yang terletak di Kecamatan Sanaman Mantikei, Kecamatan Katingan Hulu Kabupaten Katingan Propinsi Kalimantan Tengah. Perusahaan juga telah membuat rancana kelola dan monitoring HCVF yang dijadikan sebagai salah satu suplement menuju pengelolaan hutan lestari (lihat matrik rencana kelola & monitoring HCVF PT. DWIMAJAYA UTAMA). Dan berikut adalah hasil ringkasan rencana pengelolaan HCVF di PT. DWIMAJAYA UTAMA – Kalimantan tengah.

NKT 1.1. Kawasan yang Mempunyai atau Memberikan Fungsi Pendukung Bagi Kawasan Lindung atau Konservasi

Kawasan konservasi yang berdekatan dengan PT. Dwimajaya Utama adalah Taman Nasional Bukit Baka – Bukit Raya sekitar 8,4 Km, tetapi secara mikro PT.Dwimajaya Utama terdapat kawasan lindung seperti sempandan sungai besar ( Sungai Samba, Sungai Katingan dan Sungai Mantikei ), KPPN, Wana Riset dekat Camp Kecubung dan kawasan lindung Bukit Bahoi dan Bukit Patung.

NKT 1.2. Spesies Hampir Punah

Di PT. DWIMAJAYA UTAMA terdapat beberapa  jenis satwa liar dan tumbuhan yang masuk dalam kategori  Red List IUCN sebagai Critically Endangered (CR) atau masuk dalam daftar CITES Appendix 1 (Lihat Daftar Jenis Satwa Dan Vegetasi Yang Teridentifikasi di PT. DWIMAJAYA UTAMA- Kalimantan Tengah) Satwa liar dan tumbuhan yang masuk dalam kategori ini antara lain;

Satwa Liar

Orangutan (Pongo pygmaeus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Macan dahan (Neofelis nebulosa diardi), Rangkong gading (Buceros vigil), Owa kelawat (Hylobates muelleri), Kukang bungkang (Nycticebus coucang borneanus), Beruang madu (Helarctos malayanus), Kucing Tandang (Felis planiceps), Kucing batu (Felis bengalensis), Macan Dahan (Neofelis nebulosa diardi), Kucing kuwak (Pardofelis marmorata), Ular Phyton (Python reticulatus), Baning coklat (Manouria emys), Rangkong gading (Buceros vigil).

Jenis Tumbuhan Sangat Langka (CR)

Di areal IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA terdapat 22 jenis spesies masuk dalam kategori kritis punah (Critical Endangered) berdasarkan red list IUCN semuanya masuk dalam marga dipterocarpaceae antara lain  Dipterocarpus grandifloris, Dipterocarpus lowii, Dipterocarpus tempehes, Shorea accuminatissima, Shorea johorensis, Shorea guiso, Shorea elliptica, Hopea coriacea, Dipterocarpus kunstleri, Dipterocarpus rigidus, Dipterocarpus fusiformis, Hopea mangarawan, Dipterocarpus kerrii, Dipterocarpus applanatus, Diptercarpus costulatus, Dipterocarpus fagineus, Dipterocarpus curnutus, Shorea kuntsleri, Dipterocarpus gracilis, Shorea dealdata, Shorea smithiana. Jenis-jenis ini sangat melimpah di dalam areal konsesi.Berdasarkan kondisi tersebut di atas, perusahaan telah berkomitmen untuk melindungi jenis-jenis pohon yang menjadi pakan burung, mendata jenis pakan satwa dalam ITSP, melakukan pelarangan perburuan terhadap orangutan ini ditujukan kepada masyarakat dan karyawan perusahaan, serta akan melakukan penelitian tentang jenis-jenis dipterocarpacea yang masuk kategori di atas dalam aspek kemampuan regenerasi dan pertumbuhan alami, pengaruh pembukaan ruang. Dan akan melakukan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia (staf) perusahaan dalam hal pengenalan jenis pohon sebagai pengelola demi terwujudnya kelestarian hutan.

NKT 1.3. Kawasan yang Merupakan Habitat bagi Populasi Spesies yang Terancam, Penyebaran Terbatas atau Dilindungi yang Mampu Bertahan Hidup

Areal IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA merupakan salah satu habitat bagi orangutan (Pongo pygmaeus wurmbii). Untuk menjaga kawasan perusahaan agar tetap tidak rusak, perusahaan telah dan akan selalu mengembangkan dan mempraktekkan pengusahaan hutan yang berkelanjutan dengan salah satunya menggunakan teknik RIL dalam proses produksi, serta telah memasukkan rencana kelola RKU berdasarkan Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB), selain itu perusahaan akan selalu memonitoring spesies yang menjadi kunci yaitu ”Umbrella Spesies” (spesies payung) dalam hal ini adalah Orangutan (Pongo pygmaeus) dengan tujuan agar spesies lain yang ada di bawahnya terlindungi. Selain itu juga perusahaan sedang dan akan terus melakukan patroli secara berkala dan melakukan penyitaan senjata api yang digunakan untuk berburu. Dan perusahaan akan selalu melakukan sosialisasi secara periodik pada karyawan dan masyrakat di sekitar perusahaan terkait larangan perburuan.

NKT 1.4.  Kawasan yang Merupakan Habitat bagi Spesies atau Sekumpulan Spesies yang Digunakan secara Temporer.

Areal IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA merupakan bagian dari daerah penting bagi burung (Important bird area (IBA)). Selain itu wilayah ini juga merupakan jalur pergerakan lokal hewan dimana individu dapat bergerak di antara ekosistem yang berbeda dalam upaya mencari makanan dengan ketersediaan secara musiman.Perusahaan akan memonitoring tempat-tempat yang menjadi persinggahan burung dengan cara mempertahankan sumber pohon-pohon atau vegetasi yang menjadi sumber pakan burung dan melakukan perlindungan terhadap tempat-tempat hewan mengambil sumber mineral dan air (salt lick/sepan).

NKT 2.1.  Kawasan Bentang Alam Luas yang Memiliki Kapasitas untuk Menjaga Proses dan Dinamika Ekologi secara Alami PT. DWIMAJAYA UTAMA dalam Kontek Landskap.

Terlihat titik api yang terekam oleh satelit Along Track Scanning Radiomete (1997) bahwa daerah inti dan penyangganya tidak terbakar selama terjadi kebakaran besar yang melanda pulau Kalimantan. Ini menunjukan bahwa daerah inti merupakan daerah yang menjadi sekat bakar bagi  kebakaran lahan dan hutan dimasa lalu dan diperkirakan dimasa yang akan datang juga akan menjadi daerah yang tidak terbakar.Peta Pembagian Daerah Inti di sekitar Landskap Schwaner dan Wilayah Penyangga Dengan posisi geografis PT. DWIMAJAYA UTAMA terletak antara Kalimatan Barat dan Kalimantan Tengah mempunyai peranan penting dalam meredam datangnya intervensi negatif yang datang dari Kalimantan barat maupun kalimantan tengah, oleh karena itu perusahaan berusaha mempertahankan daerah inti dan buffer zone dari kebakaran hutan, menghindari pembukaan lahan atau konversi lahan di dalam daerah inti, dengan menerapkan  teknik-teknik atau metode penebangan yang berdampak rendah terhadap lingkungan (Reduce Impact Logging). Perusahaan juga selalu memelihara jalan logging, menanami bekas jalan sarad.

NKT 2.2.  Kawasan yang Berisi Dua atau Lebih Ekosistem dengan Garis Batas yang Tidak Terputus (Berkesinambungan)

Ekosistem yang ada di areal IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA saling ada keterkaitan satu sama lain dengan sekitarnya yaitu Hutan Lindung – PT. DWIMAJAYA UTAMA – Taman Nasional. Dengan kondisi tersebut di atas, perusahaan berkomitmen untuk tidak mengkonversi areal yang saat ini berstatus hutan produksi terbatas dan hutan produksi.

NKT 2.3.  Kawasan yang Berisi Populasi dari Perwakilan Spesies Alami

Jenis Orangutan yang terdapat di IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA adalah Pongo pygmaeus wurmbii. Untuk menjaga stabilitas keberadaan spesies payung ini, maka perusahaan berkomitmen untuk secara konsisten menerapkan pola pembalakan dengan menggunakan metode RIL, melakukan monitoring setiap satu tahun sekali serta meningkatkan patroli perburuan maupun kebakaran hutan dan melakukan sosialisasi secara efektif kepada masyarakat dan karyawan serta pemasangan poster-poster.

NKT 4.1.  Kawasan atau Ekosistem Penting sebagai Penyedia Air  dan Pengendalian Banjir bagi Masyarakat Hilir

Ekosistem yang ada di dalam PT. DU yang berperan sebagai penyimpan air adalah ekosistem riparian  yang secara ekologi ekosistem ini dapat dilihat dari kiri kanan sepanjang sungai yang dibatasi oleh wilayah bantaran banjir (floodplain) atau kalau dilihat secara hukum ada kewajiban bagi unit pengelolaan untuk tidak membuka hutan sepanjang 50-100 meter dari kiri dan kanan sungai . Sayangnya ekosistem ini di beberapa tempat di dalam areal PT.DU mengalami kerusakan yang cukup parah  sebagai akibat dari perladangan di pinggir sungai   seperti di sungai Mentikel, sungai Tapah. Perladangan ini dilakukan oleh sebagian besar masyarakat yang ada di sekitar kawasan.  Selain itu yang paling membahayakan saat ini adalah adanya penambangan emas dengan cara menggali, menyedot dan mengikis tanah yang ada di sungai dan pinggir-pinggir sungai. Penambangan emas ini dilakukan di di beberapa sungai  yang ada di dalam areal PT.DU baik sungai besar atau kecil. Walaupun kondisi demikian, ekosistem ini tetap memiliki peran yang cukup penting sebagai salah satu ekosistem yang dapat menyimpan air.

Selain riparian diketemukan juga ekosistem rawa-rawa sementara yang tersebar di beberapa tempat di dalam areal PT.DU keberadaannya cukup penting sebagai eksosistem yang dapat menampung air secara temporer/sementara waktu, tempat ini biasanya juga merupakan embung-embung air yang dikala musim hujan berfungsi sebagai penampung air  limpasan dan dimusim kemarau masih dapat menyediakan air walaupun tidak banyak.

 

NKT 4.2.  Kawasan yang Penting bagi Pengendalian Erosi dan Sedimentasi
Dari pengamatan yang dilakukan di petak uji coba RIL di petak M.23 RKT 2008, besarnya perkiraan hasil sedimen menurut Asdak C.(2007) erosi actual untuk bekas TPN sebesar 27.698 ton/ha/tahun, sedangkan di virgin forest di petak yang sama erosi actual sebesar  0,0698 ton/ha/tahun. Namun demikian bukan berarti daerah tersebut tidak bisa menyebabkan erosi dan sedimentasi. Walaupun dari analisa perhitungan di atas, areal IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA bukan merupakan Kawasan yang penting bagi pengendalian erosi dan sedimentasi, akan tetapi karena posisinya berada pada daerah atas (upper), maka dalam melakukan pembalakan, perusahaan tetap menerapkan sistem RIL secara konsisten, kemudian akan selalu melakukan monitoring pada outlet yang telah ditentukan.

NKT 4.3.  Kawasan yang Berfungsi sebagai Sekat Alam untuk Mencegah Meluas Kebakaran Hutan dan Lahan

Berdasarkan informasi dari pihak unit pengelola PT.DU ,  dan penggalian informasi langsung dilapangan dan melihat peta-peta tentang kebakaran hutan yang disediakan oleh University of Maryland ( http://firefly.geog.umd.edu/firemap/ ), dan BMG ( http://www.bmg.go.id ). Bahwa pada waktu terjadi kebakaran besar di seluruh pulau Borneo /Kalimantan pada tahun 1997, areal PT. DU tidak terbakar , berdasarkan  hasil penafsiran citra satelit dan titik-titik api yang terekam dari satelit cuaca NOAA yang diolah oleh proyek kehutanan bantuan republik Jerman (gambar 23) menunjukan bahwa hanya di sekitar areal PT. DU yang terbakar dimana sebagain besar merupakan lahan perladangan masyarakat. IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA akan selalu melibatkan anggota SATDAMKARHUT, untuk menjaga api ketika ada masyarakat yang akan melakukan pembakaran ladang dan disamping itu perusahaan juga akan selalu melakukan sosialisasi secara periodik kepada masyarakat desa dalam areal konsesi, terkait kebakaran lahan dan hutan.

NKT 5.  Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting untuk Pemenuhan Kebutuhan Dasar bagi Masyarakat Lokal

Areal IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA secara landskap dan ekosistem merupakan kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di dalam areal konsesi. Kebutuhan dasar masyarakat tersebut meliputi, pemenuhan kebutuhan sumber air, pangan, bahan untuk pembuatan rumah hunian, Pengobatan tradisional, dan bahan-bahan untuk pemenuhan ritual adat. Karena besarnya ketergantungan masyarakat terhadap hutan diareal konsesi, perusahaan dalam melakukan pengelolaan berpegang pada prinsip kehati-hatian yaitu dengan penerapan RIL, pihak unit manajemen juga memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk mengambil hasil hutan non kayu di dalam wilayah PT. DWIMAJAYA UTAMA, seperti rotan, ikan, gaharu, tengkawang dan buah-buahan. Perusahaan juga melakukan pembinaan terhadap masyarakat dibidang pemberdayaan ekonomi khususnya rotan dan karet, perikanan dan peternakan, selain itu juga perusahaan mengembangkan program peningkatan taraf hidup bagi masyarakat sekitar yang mempunyai akses ke dalam kawasan yang telah ditetapkan untuk mengurangi tekanan terhadap perubahan di dalamnya, misalnya program agroforestri atau peningkatan teknik pertanian.

NKT 6.  Kawasan yang Mempunyai Fungsi Penting untuk Identitas Budaya Tradisional Komunitas Lokal

Berdasarkan hasil identifikasi, disimpulkan bahwa areal IUPHHK PT. DWIMAJAYA UTAMA secara landskap tidak mempunyai fungsi penting untuk identitas budaya tradisional komunitas lokal, tetapi secara ekosistem atau kawasan yang lebih kecil dari landskap merupakan kawasan yang mempunyai fungsi penting untuk identitas budaya tradisional komunitas lokal, khusunya untuk desa-desa di daerah aliran sungai Senamang.Karena identitas budaya tradisional masyarakat desa banyak yang berada pada lokasi perusahaan, maka perusahaan akan melakukan enclave terhadap situs budaya masyarakat yang baru teridentifikasi dan lakukan identifikasi kembali terhadap areal yang lainnya dan membangun kesepakatan dengan masyarakat tentang berbagai hal yang berhubungan dengan budaya setempat dengan melibatkan tokoh-pemuka adat.